BUDIDAYA BELUT DENGAN PRODUK NASA
BUDIDAYA BELUT
Kebutuhan terhadap belut terlihat semakin bertambah seiring dengan terus meningkatnya peminat belut. jika diterapkan dalam segi bisnis, kondisi ini menjadi sebuah peluang besar karena banyak permintaan belut tetapi produksi belum dapat mencukupinya. Hal ini tentu bisa di manfaatkan dengan membuat usaha budidaya belut.
Meskipun belut termasuk ke dalam katagori ikan, tetapi belut berbeda dengan jenis ikan pada umumnya. Karena belut hanya dapat hidup di lingkungan yang tidak terlalu banyak mengandung air seperti lumpur. Belut banyak di temukan di daerah rawa dan persawahan. Tetapi saat ini, belut agak susah di temukan di sawah karena kondisi area sawah yang mulai tercemar oleh bahan kimia seperti pemakaian pupuk kimia yang berlebihan.
Cara Ternak Belut
Siapkan Kolam Untuk Budidaya Belut
Belut dapat di ternak di dalam drum, kolam terpal, atau kontainer plastik.
Berikut Langkah-langkah memanfaatkan drum sebagai tempat budidaya:
- Cuci drum hingga benar benar bersih terutama pada bagiam dalam drum
- Buat lubang persegi panjang pada bagian atas drum
- Letakkan drum pada bagian tanah yang datar dan di beri pengganjal agar drum tidak terguling
- Lalu buat saluran pembuangan di bawah drum
- Buat sebuah peneduh di atas drum supaya belut tidak kepanasan karena terkana sinar matahari langsung
Media Tumbuh Belut
Kunci kesuksesan dalam budidaya belut adalah penggunaan media tumbuh belut yang tepat. Selain faktor pakan, dengan menggunakan komposisi media tumbuh yang tepat akan dapat mempercepat pertumbuhan belut.
Langkah-langkah membuat media tumbuh belut pada kolam drum:
- Lapisan pertama paling bawah di isi dengan jerami padi setinggi 40cm
- Di atas jerami taburkan SUPERNASA 500gr secara merata ataupun TON 500gr yang dicampurkan dengan urea 5 kg dan NPK 5 kg. Komposisi ini berlaku untuk kolam ukuran 500 x 500 cm. Untuk kolam lebih besar atau lebih kecil, perbandingan pupuk tersebut dapat di sesuaikan.
- Lapisan kedua diisi tanah atau lumpur setinggi 5 cm
- Untuk lapisan ketiga diisi pupuk setinggi 5 cm
- Lapisan keempat diisi pupuk kompos setinggi 5 cm dan siram dengan POC NASA
- Lumpur kelima diisi cincangan batang pisang setinggi 10 cm
- Lapisan keenam diisi tanah/ lumpur setinggi 15 cm
- Lapisan ketujuh diisi air setinggi 10 cm
- Di atas air di tanami enceng gondok secara merata hingga menutupi 3/4 permukaan kolam

Setelah media terisi dalam kolam, diamkan media selama 2 minggu agar seluruh media mengalami proses fermentasi terlebih dahulu, setelah 2 minggu, baru kemudian dapat di masukkan ke kolam
Pemilihan bibit belut
Setelah 14 hari, bibit belut baru mulai di masukkan, pilih bibit belut yang bagus dan sehat agar meminimalisir tingkat kematian belut. Kriteria bibit belut yang sehat yaitu:
- Pilih bibit belut yang ukuran seragam, agar dapat panen ukuran belut yang di hasilkan juga seragam atau sama besar, selain itu hal ini bertujuan agara belut tidak saling memangsa belut lain yang ada di kolam.
- Belut tidak loyo, pilih yang lincah dan aktif
- Bibit belut harus terbebas dari penyakit
- Bibit belut berukuran sekitar 10-12 cm
Pemberian Pakan
Pakan alami belut adalah berbagai jenis binatang kecil yang hidup atau terjatuh dalam air, seperti serangga, siput, cacing, kecebong dan anak ikan, Jadi belut termasuk golongan karnivora yaitu hewan pemakan binatang lain.
Belut yang masih kecil memakan zooplankton yang halus seperti protozoa (hewan bersel satu), mikrokrusasea (udang-udangan renik), invertebrate mikroskopik (hewan hewan tak bertulang belakang yang kecil kecil). Belut yang mulai dewasa memakan larva larva serangga, cacing siput, berudu kodok, dan benih benih ikan yang masih lemah.
Bisa juga di tambahkan dengan pakan buatan yang berupa pelet.pakan buatan bisa di berikan sekali sehari setiap pagi hari atau sore hari. Unruk menigkatkan efektivitas pakan dalam budidaya belut, Tambahkan:
VITERNA, POC NASA, HORMONIK ke dalam pakan buatan.

Hama penyakit dan cara menaggulanginya
Umumnya belut terserang penyakit yang di sebabkan oleh organisme seperti virus, bakteri, protozoa, jamur. Bakteri yang sering menyerang belut adalah Aeromonas dan Pseudomonas.
Belut yang terserang bakteri tersebut gejalanya adalah pendarahan hebat di bagian bawah kulit, insang dan rongga mulut dan akan menjalar ke seluruh bagian tubuh.
Cara pengendaliannya yaitu dengan gedebog pisang yang telah busuk di masukkan ke dalam tempat ternak belut. Gedebog pisang berfungsi sebagai antiseptic alami yang dapat meredam pertumbuhan kedua bakteri penyebab penyakit pada belut. Selain itu, gedebog pisang yang telah busuk juga dapat menimbulkan cacing cacing kecil yang akan menjadi pakan alami belut.
Panen Belut
Untuk satu drum, idealnya bibit belut yang dapat masuk sebanyak 2 kg dengan ukuran bibit 11-13 cm. Waktu panen belut dilaksanakan setelah 3-4 bulan. Haga bibit belut dengan panjang 7-12 cm sekitar 55.000/kg debgan isi sekitar 76-111 ekor. Sedangkan jika membeli belut konsumsi harga 32.000/kg dengan isi 4-6 ekor.
Pemasaran Belut

Belut menjadi salah satu makanan konsumsi yang banyak di sukai masyarakat baik diolah menjadi makanan ringan atau langsung di masak. Permintaan pasar yang besar membuatt penyedia belut sering kekurangan stock. Padahal di indonesia banyak tempat tempat untuk pembudidayaan belut.
Belut di pasarkan dengan cara di jual langsung ke tengkulak dalam jumlah besar, atau dengan cara mencari pelanggan kecil di pasar.
Kandungan Gizi Belut
Daging belut mengandung protein yang tinggi sehingga baik untuk masa pertumbuhan anak, lebih dari itu belut juga mengandung vitamin, mineral, kalsium, karvohidrat, fosfor, dan lemak sama halnya seperti ikan.
Kandungan Gizi Belut dari direktorat gizi (Dept kesehatan)
ZAT GIZI BELUT
Kalori 303 cal
Lemak 27 gram
Protein 17 gram
Fosfor 200 mg
Karbohidrat 0
Zat Besi 20 mg
Kalsium 20 mg
Vitamin A 1600 SI
Vitamin B 0.1 mg
Vitamin C 2 mg
Air 58 gram
Di Indonesia perkembangan budidaya belut belum banyak di lakukan meskipun permintaan ekspor dan domestik semakin besar di karenakan sulitnya mendapatkan benih yang berkuwalitas, diambah teknik budidaya yang belum dikuasai yang menyebabkan hasil panen masih belum memuaskan, berbeda dengan cina dalam hitungan satu tahun cina telah berhasil memproduksi belut sebanyak 137.486 ton/ tahun, Indonesia masih mengandalkan hasil tangkapan alam yang jumlahnya belum stabil.
Bagikan informasi tentang Budidaya Belut Dengan Produk NASA kepada teman atau kerabat anda.
Untuk konsultasi lebih lanjut bisa menghubungi kami hanya di agen resmi PT Natural Nusantara (NASA), pastikan produk yang anda beli adalah Produk yang Original.
Agen Produk Nasa Resmi
RAHMATIKA


0 Response to "BUDIDAYA BELUT DENGAN PRODUK NASA"
Posting Komentar